- Kepala DP3AKB Jateng Uswatun Hasanah mengusulkan gerakan pemasangan CCTV serentak di area blank spot sekolah
- Pihakknya juga menggalakkan gerakan Ayu Rukun untuk pencegahan kekerasan berbasis edukasi karakter
MATASEMARANG.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat memperketat pengamanan dan pendampingan psikologis dalam menanggulangi kasus perundungan (bullying) di lingkungan satuan pendidikan.
Langkah evaluasi menyeluruh ini ditempuh menyusul penanganan insiden kekerasan sekolah yang tengah didalami di Kabupaten Pemalang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah Uswatun Hasanah membeberkan perkembangan penanganan kasus tersebut di sela kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Jumat, 9 Oktober 2026.
Sosok yang akrab disapa Uus tersebut menjelaskan bahwa tim DP3AKB Jateng bersama UPTD setempat, Polres Pemalang, Dinas Sosial, dan Dinas Pendidikan telah menggelar koordinasi intensif sejak awal Oktober 2026 untuk mengawal proses hukum sekaligus mendampingi keluarga korban.
“Pada tanggal 7 Oktober, kami sudah datang dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial, UPTD, Polres, serta pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan. Penanganan kasus ini masih didalami,” terang Uswatun Hasanah.
Sebagai langkah preventif konkret, Uus menyoroti pentingnya penataan ulang fasilitas keamanan lingkungan sekolah.
Hasil pemetaan bersama Dinas Pendidikan menemukan bahwasanya posisi kamera pengawas (CCTV) di area rawan sekolah kerap berjarak terlalu jauh, yakni mencapai 20 meter.
Oleh karena itu, Pemprov Jateng mengusulkan gerakan pemasangan CCTV secara serentak di titik-titik buta (blank spot) yang berpotensi menjadi lokasi perundungan.

















