Sido Muncul, Perjalanan Panjang Warisan Tradisi yang Berkembang Bersama Sains

Sido Muncul
Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul. Dok. Sido Muncul/PWI Jawa Tengah

MATASEMARANG.COM – Di tengah marak produk industri kesehatan modern, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk tetap berdiri tegak dan setia menjaga kesehatan bangsa Indonesia. Kini, Sido Muncul bersiap menapaki usia ke-75 tahun pada akhir 2026.

Di balik usia menjelang sewindu, bukan sekadar perayaan panjang yang ditegaskan, melainkan sebuah janji yang tak lekang waktu: komitmen untuk terus menjaga mutu dan berinovasi. Bagi Sido Muncul, kepercayaan yang dititipkan konsumen dari generasi ke generasi adalah harta warisan yang paling berharga, dan hanya bisa dipertahankan dengan fondasi yang kokoh.

BACA JUGA  BPS: Ekonomi Jateng Tumbuh 5,28 Persen, Tertinggi Sejak 2023

Jejaknya dapat ditarik jauh ke masa silam, ke sebuah usaha rumahan di Yogyakarta pada 1930-an. Di sanalah Ibu Rahkmat Sulistio dengan tekun meracik jamu, merawat tradisi yang hidup di dapur-dapur. Dari sinilah embrio perusahaan besar itu bermula; dari racikan tradisional, berkembang menjadi jamu godokan pada 1940-an, lalu resmi berdiri sebagai perusahaan pada 1951, dan akhirnya tumbuh mengakar sebagai produsen jamu dan obat herbal nasional.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  80 Orang Bersihkan Rawa Pening dari Sampah Plastik

Namun, titik balik besar terjadi pada 1992. Sebuah terobosan lahir: Tolak Angin cair siap minum dalam kemasan renceng atau sachet.

Inovasi ini mengubah paradigma. Jamu yang tadinya identik dengan proses penyeduhan yang rumit, menjadi sajian yang praktis, higienis, dan mudah dibawa ke mana saja. Akan tetapi, Sido Muncul sadar, kemasan modern saja tidak cukup. Keyakinan harus dibangun bukan hanya pada warisan, tetapi pada landasan ilmiah yang tak terbantahkan.

Pos terkait