Sido Muncul, Perjalanan Panjang Warisan Tradisi yang Berkembang Bersama Sains

Sido Muncul
Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul. Dok. Sido Muncul/PWI Jawa Tengah

Maka, di laboratorium-laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sebuah perjalanan sains dimulai. Sido Muncul menggandeng para ahli untuk meneliti, menguji, setiap aspek dari produk andalannya. Mulai dari uji toksisitas untuk memastikan keamanan, pemeriksaan mutu bahan baku herbal, hingga uji praklinis dan khasiat yang ketat.

Sosok Irwan Hidayat

Di balik semua langkah strategis ini berdiri Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul, yang dengan tegas menyatakan visi perusahaan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Emas Makin "Menggemaskan"

“Sejak awal, kami tidak ingin sekadar menjadi produsen jamu. Ambisi kami adalah mengangkat herbal Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi: produk berbasis penelitian ilmiah,” ujarnya dalam suatu kesempatan di kantor pusat Sido Muncul, Jakarta, seperti dikutip dalam siaran pers PWI Jawa Tengah, Kamis.

Ia melanjutkan dengan nada yang penuh keyakinan, “Sebagai perusahaan terbuka, warisan resep tradisional adalah roh kami. Namun, jiwa kami adalah tanggung jawab ilmiah. Setiap produk harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara turun-temurun, tetapi juga di atas meja penelitian.”

BACA JUGA  Kolaborasi KKMP, Pasar Rakyat Bangetayu Kulon Sediakan Sembako Murah

Irwan pun mengenang langkah berani yang diambil perusahaan sejak tahun 2000, saat uji toksisitas dan khasiat untuk produk jamu masih sesuatu yang langka. “Saat itu, Tolak Angin adalah pionir. Kami memilih jalan yang belum ramai dilalui, karena kami percaya masa depan jamu ada pada standar yang terbukti,” kenangnya.

Komitmen pada penelitian ini tidak berhenti pada Tolak Angin. Produk lain seperti temulawak dan suplemen makanan juga melalui proses verifikasi yang sama.

Pos terkait