SIG memastikan pasokan bata interlock presisi yang diproduksi melalui PT Semen Padang mencukupi untuk mendukung program tersebut. Untuk rumah tipe 36, kapasitas pasokan mampu menunjang pembangunan hingga 120 unit huntap per bulan. Distribusi juga berpotensi menjangkau wilayah Sumatra Utara dan Aceh.
Sebelumnya, bata interlock presisi telah diaplikasikan pada sejumlah proyek percontohan, termasuk pembangunan rumah contoh tipe 36 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta rumah contoh tipe 36 dan tipe 57 di Bambu Apus, Jakarta Timur. Penerapan tersebut menunjukkan efisiensi waktu konstruksi dan kualitas bangunan yang optimal.
Selain aspek konstruksi, SIG juga menekankan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Perusahaan menyebut inovasi semen hijau yang dikembangkan memiliki emisi karbon lebih rendah hingga 38 persen dibandingkan semen konvensional, serta tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 90 persen.
“Dengan menggunakan semen hijau SIG, berarti turut berpartisipasi dalam upaya menurunkan emisi dan mendukung kemajuan industri dalam negeri,” kata Vita. ***


















