MATASEMARANG.COM – Gara-gara seorang sopir bus Transjakarta (TJ) tertidur, tabrakan dua bus TJ operator BMP 263 dan MYS 17100 di Koridor 13 (Puri Beta-Petukangan) di ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, pada Senin, tak terelakkan. Kecelakaan ini melukai 24 penumpang.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengonfirmasi bahwa penyebab kecelakaan yang melibatkan dua bus Transjakarta operator karena salah seorang sopir bus tertidur.
Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani menyebutkan kronologi kecelakaan itu berawal saat dua bus yang dikemudikan oleh masing-masing pengemudi berinisial Y dan AS melaju di jalurnya masing-masing.
“Sopir Y pengemudi TJ Bianglala B 7136 SGA dari arah Kebayoran-Cipulir, kemudian AS pengemudi TJ Mayasari Bhakti arah Cipulir-Kebayoran B 7353 TGC,” kata Ojo di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan sopir berinisial Y mengaku tertidur saat mengemudi sehingga busnya masuk ke jalur yang berlawanan dan mengakibatkan tabrakan atau adu banteng.
“Korban luka berjumlah terkini 24 orang, berasal dari bus yang dikemudikan AS dari Cipulir-Kebayoran, sedangkan bus yang dikemudikan Y tidak membawa penumpang,” ujar Ojo.
Para penumpang yang mengalami luka-luka, kata dia, dirawat di RS Sari Asih Ciledug dan RS Bakti Mulya Slipi.
“Dua orang di antaranya mengalami patah tulang, dirawat di RS Sari Asih Ciledug. Korban meninggal tidak ada, sedangkan evakuasi dua bus yang terlibat laka sedang dilakukan,” tutur Ojo. [Ant]





















