“Spam” dan “Scam” Jadi Industri Kejahatan Siber Bernilai Triliunan Rupiah

MATASEMARANG.COMScam dan spam pada saat ini menjadi bagian tak terpisahkan di jagat digital. Bahkan keberadaannya kian hari makin marak dengan beragam bentuk.

Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, aktivitas pengiriman pesan sampah (spam) dan penipuan daring (scam) kini menjelma menjadi sebuah industri kejahatan siber.

Nezar menjelaskan aktivitas tersebut kini berkembang menjadi industri karena besarnya potensi keuntungan yang diperoleh pelaku. Menurut data internal salah satu perusahaan telekomunikasi, kerugian finansial akibat spam dan scam bisa mencapai 500 juta dolar AS atau setara Rp8,4 triliun.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kementerian Komdigi Normalisasi Bersyarat Layanan Grok

“Jadi saya kira spam dan scam ini bisa dikatakan sudah menjelma menjadi sebuah industri kejahatan siber. Mereka mengeruk lebih dari 500 juta dolar AS dan angka ini sangat signifikan,” kata Nezar di Jakarta pada Jumat.

Nezar mengatakan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan siber. Dia memandang peran aktif semua pemangku kepentingan, terutama operator seluler dan platform digital, diperlukan dalam upaya ini.

Nezar mengapresiasi langkah perlindungan yang dilakukan salah satu operator seluler dalam mencegah praktik spam dan scam  yang telah menjangkau 2,5 juta pengguna layanan dan memblokir 2 miliar percobaan  spam dan scam.

“Inisiatif ini adalah contoh cemerlang bagaimana industri dapat berkontribusi secara proaktif untuk menciptakan ekosistem yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar dia.

Pos terkait