MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota Pekalongan resmi memperpanjang status siaga atau tanggap darurat banjir hingga 13 Februari 2026.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi sekaligus membuka peluang bantuan tambahan dari berbagai pihak.
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan menyampaikan bahwa perpanjangan status darurat memungkinkan koordinasi lintas sektor semakin kuat.
Salah satu bentuk dukungan datang dari Bulog yang siap menyalurkan beras dan minyak goreng untuk mendukung logistik dapur umum.
Menariknya, pola penyediaan konsumsi bagi pengungsi kini mengalami perubahan.
Setelah dapur umum Dinas Sosial dan P2KB resmi ditutup pada 28 Januari, pemerintah beralih membeli nasi bungkus dari warung-warung sekitar.
“Untuk meng-cover makan pengungsi saat ini, kami membelinya di warung-warung lokal sebanyak tiga kali sehari,” jelas Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos-P2KB, Wildan Zuhad, Senin 2 Februari 2026.
Langkah ini dinilai lebih efisien karena jumlah pengungsi terus menyusut. Berdasarkan data per 1 Februari 2026, hanya 219 orang yang masih bertahan di pengungsian.
Selain itu, kebijakan ini sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha kecil di sekitar titik pengungsian.
Saat ini, distribusi bantuan makanan difokuskan di tiga titik utama: Aula Kelurahan Pasirkratonkramat, eks-Kantor Kelurahan Kraton Kidul, dan salah satu TPQ.
Beberapa lokasi lain sudah kosong karena warga mulai kembali ke rumah masing-masing seiring cuaca yang membaik.


















