MATASEMARANG.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong para mahasiswa pegiat bahasa Arab agar tidak sekadar menguasai bahasa Arab secara lisan, tetapi juga melestarikan khazanah tulisan Arab Pegon.
“Pegon ini dulu di era kerajaan menjadi forum (instrumen komunikasi) antarkerajaan di Nusantara,” kata Gus Yasin di Semarang, Sabtu.
Arab Pegon adalah sistem penulisan menggunakan abjad Hijaiah yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa lokal seperti Jawa, Melayu, dan lainnya, sebagai tradisi yang masih berjalan di pesantren-pesantren di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa Arab Pegon memiliki nilai historis yang luar biasa sebagai alat komunikasi lintas budaya.
Bahkan, kata dia, di masa lalu Arab Pegon digunakan sebagai bahasa pengantar delegasi antar-kerajaan di wilayah nusantara, mulai dari Jawa hingga Semenanjung Melayu.
Karena itu, ia berharap Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia tidak hanya terpaku pada penerjemahan secara kaku dengan abjad Latin, tetapi juga berinovasi dalam penggunaan Pegon di platform digital.
Selain aspek budaya, Taj Yasin menyoroti peran strategis Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia sebagai organisasi yang mampu mencetak delegasi internasional.
Mengingat posisi Timur Tengah yang krusial dalam geopolitik dan ekonomi global, kata dia, penguasaan bahasa Arab menjadi modal diplomatik yang kuat.
Menurut dia, bahasa Arab bukan sekadar warisan pesantren, melainkan instrumen penting untuk diplomasi, terutama dengan negara-negara yang berbahasa Arab. [Ant]





















