MATASEMARANG.COM – Transportasi publik di Kota Semarang sedang berada dalam fase penting yang penuh dinamika.
Seperti saat Pasar Rakyat Dugderan 2026 yang menghadirkan semarak budaya sekaligus tantangan rekayasa lalu lintas yang harus diantisipasi dengan pengalihan rute Trans Semarang.
Tantangan lainnya yaitu transportasi andalan yang dinantikan publik, yaitu punahnya “cumi-cumi darat” di Kota Semarang.
Pihak Trans Semarang menjawab hal ini dengan melakukan uji coba bus listrik sebagai langkah nyata menuju modernisasi transportasi ramah lingkungan.
Semua peristiwa ini menggambarkan bagaimana Semarang berusaha menyeimbangkan antara tradisi, pelayanan publik, dan inovasi teknologi.
Dengan komitmen pemerintah kota serta dukungan berbagai pihak, Trans Semarang diharapkan mampu tumbuh menjadi sistem transportasi yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih tepercaya bagi masyarakat.
Rekayasa Lalu Lintas Dugderan 2026

Pelaksanaan Pasar Rakyat Dugderan 2026 di Aloon-aloon Pasar Johar pada 7 hingga 16 Februari membawa dampak signifikan terhadap arus lalu lintas di Kota Semarang.
Manajemen Trans Semarang mengumumkan adanya pengalihan rute sementara pada koridor 2, 3, dan 4. Masyarakat pengguna Trans Semarang dengan mudah mengakses informasi ini melalui kanal resmi di Instagram resmi.
Rekayasa ini dilakukan demi menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang memadati kawasan Dugderan.
Trans Semarang Uji Coba Bus Listrik Beda Merek

Di sisi lain, langkah positif tengah dilakukan Trans Semarang melalui uji coba armada bus listrik dari berbagai merek.


















