Pada 13 Februari 2025, dua bus listrik berukuran besar dari Invi dan VKTR diuji di koridor I (Mangkang–Penggaron).
Uji coba ini bertujuan menilai kecocokan kendaraan dengan kondisi jalan Semarang yang dikenal naik turun serta rawan rob.
Selain armada, kesiapan sopir dan operator juga menjadi perhatian.
Mereka telah mendapatkan pelatihan khusus karena pengoperasian bus listrik berbeda dengan bus berbahan bakar fosil.
Pemerintah kota menargetkan operasional penuh bus listrik dapat terwujud pada akhir 2026, sehingga transportasi publik di Semarang semakin ramah lingkungan dan nyaman bagi penumpang.
Bus Listrik Invi Hadapi Tanjakan dan Rob

Momentum uji coba berlanjut pada 13 Februari 2026, ketika PT Energi Makmur Buana (Invi) bersama Trans Semarang menguji bus listrik Higer.
Bus berkapasitas 53 penumpang ini diklaim mampu melewati tanjakan hingga 20 derajat serta tetap lancar melintas saat menghadapi rob, fenomena banjir pasang yang kerap terjadi di kawasan pesisir Semarang.
Dengan jarak tempuh baterai lebih dari 200 km, bus listrik ini dinilai siap mendukung operasional harian transportasi publik.
Invi juga menekankan pentingnya aspek perawatan dengan menyiapkan mekanik tersertifikasi, bengkel resmi sesuai standar OEM Higer, serta layanan purna jual.
Uji Coba Armada Feeder Listrik

Setelah sebelumnya melakukan uji coba bus listrik berukuran besar di koridor I, kini giliran armada feeder listrik yang mulai diuji coba.
Uji coba ini dimulai pada Rabu, 25 Februari 2026 dan akan berlangsung selama 30 hari ke depan.
Armada yang digunakan adalah milik Invi, perusahaan yang sebelumnya juga berpartisipasi dalam uji coba bus listrik besar.

















