Untuk tahap awal, hanya satu unit feeder listrik yang dijalankan dengan rute Ngaliyan – Krokosono (Feeder 1B) di pekan pertama.
Di pekan-pekan selanjutnya, feeder diuji coba di rute lainnya untuk agar terlihat langsung bagaimana armada menangani jalanan di Kota Semarang yang beragam.
Menariknya, selama masa uji coba masyarakat bisa menikmati layanan ini secara gratis, tanpa perlu membayar tiket.
Komentar Dewan

Trans Semarang sebagai tulang punggung angkutan publik kota kini menghadapi tantangan besar, yakni modernisasi armada, peningkatan kenyamanan, dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, HM Rukiyanto mengatakan keberhasilan transisi tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga dukungan kebijakan, kesiapan operator, serta kolaborasi multi-stakeholder antara pemerintah, DPRD, akademisi, dan sektor swasta.
Tantangan seperti biaya investasi tinggi, minimnya infrastruktur charging, dan rendahnya adopsi masyarakat akan diatasi dengan skema pembiayaan bertahap, kerja sama dengan PLN, kampanye publik, serta pelatihan teknis bagi operator.

















