Dari sisi pengembangan produk, Tokocrypto terus menghadirkan inovasi mulai dari layanan staking dengan lebih dari 80 aset kripto, fitur AI Analysis untuk analisis sentimen pasar, Rewards Hub, hingga pengembangan fitur lanjutan seperti QRIS Deposit serta layanan Futures atau Derivatif yang direncanakan meluncur tahun 2026.
Seluruh inovasi tersebut dikembangkan dengan mengedepankan standar keamanan dan kepatuhan regulasi yang ketat.
Adapun momentum pertumbuhan perusahaan juga tercermin dari keberhasilan penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026, forum tahunan yang mempertemukan pelaku industri, regulator, dan komunitas kripto.
Salah satu sorotan utama dalam ICO 2026 adalah pemaparan Dataxet Sonar bertajuk “2025 Social Media Crypto Insight”. Paparan tersebut menunjukkan percakapan media sosial terkait kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia sepanjang 2025 meningkat signifikan dengan volume percakapan naik hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, Indonesia Crypto Network (ICN) dan Coinvestasi mempresentasikan laporan “2025 Indonesia Crypto & Web3 Industry Report” yang mengungkap profil investor kripto nasional.
Didominasi Gen Z
Salah satu temuan utama laporan tersebut adalah dominasi Generasi Z sebagai tulang punggung investor kripto Indonesia, khususnya pada rentang usia 18-34 tahun. Bagi kelompok tersebut, kripto telah menjadi bagian dari percakapan finansial sehari-hari melalui konten digital, komunitas, dan jejaring sosial.


















