Oleh Isdiyanto Isman*
Haflah Imtihan ke-6 Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an MAJT–Baznas Jawa Tengah yang digelar Selasa (4/2/2025) di Aula Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menjadi momentum penting pengakuan atas kemajuan pesantren tersebut. Tiga pimpinan lembaga perintis menyatakan pesantren ini mengalami akselerasi signifikan meski baru memasuki tahun ketiga berdirinya.
Pengakuan tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Pengelola MAJT yang juga Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, disusul Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah Dr. KH Ahmad Darodji, M.Si., serta para ketua Baznas kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Mereka menilai penyelenggaraan haflah berlangsung rapi, tertib, dan berkualitas.
Apresiasi juga diberikan terhadap penampilan 20 santri dari berbagai tingkatan yang melantunkan khataman 30 juz dengan kualitas bacaan yang dinilai baik. Capaian tersebut dipandang sebagai indikator keberhasilan sistem pendidikan yang diterapkan pesantren.
Meski secara usia baru akan genap tiga tahun pada 20 Februari 2026, para pendiri mengakui pesantren ini mampu melewati berbagai tantangan awal, baik dalam aspek kelembagaan, penyusunan silabus, maupun penyiapan sumber daya pengasuh, termasuk musyrif dan kiai sepuh pengampu hafalan serta kitab kuning. Formulasi pendidikan yang tepat dinilai menghasilkan santri dengan kualitas unggul.
Pesantren Tahfidz MAJT–Baznas menempatkan kualitas sebagai prioritas utama, bukan kuantitas. Nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya ditanamkan dalam aspek hafalan, tetapi juga dalam pemahaman dan internalisasi maknanya.





















