MATASEMARANG.COM – Bank Indonesia (BI) memperkuat komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peluncuran pedoman model bisnis pertanian berkelanjutan berbasis teknologi Climate Smart Agriculture (CSA)–Biochar.
Program ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas padi di Jawa Tengah yang kian tertekan oleh perubahan iklim, rob, dan penyusutan lahan pertanian di kawasan Pantura.
Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI Kurniawan Agung menjelaskan bahwa perubahan iklim kini nyata dirasakan petani.
Cuaca ekstrem, banjir rob, hingga meningkatnya risiko bencana berdampak langsung pada produktivitas padi sebagai tulang punggung pangan nasional.
“Tekanan iklim ini menahan laju produksi padi, padahal Jawa Tengah memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan,” ujarnya, Senin 9 Februari 2026.
Teknologi CSA dipilih karena mampu menjawab tantangan secara komprehensif.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membantu petani beradaptasi terhadap perubahan iklim sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca.
Salah satu inovasi utama adalah pemanfaatan biochar, material kaya karbon hasil pirolisis limbah biomassa seperti sekam padi dan bonggol jagung.
Biochar terbukti memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, menekan emisi, serta mengurangi kebutuhan pupuk kimia sehingga biaya produksi lebih efisien.
Menariknya, biochar dapat diproduksi secara mandiri oleh kelompok tani, memberi nilai tambah ekonomi di tingkat lokal.





















