Persiapan “Sanitary Landfill” di Semarang Terkendala Cuaca

Kepala DLH Kota Semarang Glory Nasarani
Kepala DLH Kota Semarang Glory Nasarani

MATASEMARANG.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang telah melakukan persiapan sanitary landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang sejak awal tahun 2026.

Persiapan ini dilakukan sebagai syarat untuk menutup sistem open dumping yang dinilai rentan menyebabkan longsor dan pencemaran longsor.

Sanitary Landfill ini adalah metode pengelolaan dan pembuangan sampah di TPA dengan cara membuang, memadatkan, dan menimbun sampah menggunakan lapisan tanah setiap harinya. Metode ini dirancang modern agar sampah terisolasi dengan aman dari lingkungan.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Lapas Semarang Raih Penghargaan Layanan Program Tuberkulosis

Kepala DLH Kota Semarang Glory Nasarani mengatakan untuk menutup open dumping pihaknya telah melakukan penanganan soil cover dan penanganan lindi.

Lindi sendiri adalah cairan yang dihasilkan ketika air meresap melalui tumpukan sampah, melarutkan berbagai zat organik, anorganik, bakteri, dan bahan kimia di dalamnya.

“Untuk soil cover kita sudah dari awal Januari kita sudah mulai menata dan menutup dan kita jadwalkan satu minggu  sekali,” jelas Glory, Rabu, 3 Juni 2026.

Diakui Glory, dalam penutupan open dumping, cuaca menjadi kendala utama yang dihadapi.

BACA JUGA  Indonesia Tantang Thailand di Semifinal ASEAN U-23

“Kendala hanya cuaca, kalau alat, tanah kita ada tapi yang sering terkendala cuaca karena kalau hujan tanah longsor jadi alat berat resiko keselamatan petugas kami,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Glory, masih ada zona buang aktif yakni zona 1 dan 2 dan mulai dilapisi soil cover sekali dalam sepekan.

Sementara terkait dengan penanganan lindi, saat ini DLH sedang melakukan proses pembuatan IPAL baru sehingga lindi akan bisa segera tertangani.

Pos terkait