Sejak 2025, BI bersama Kemenko Pangan, Kementerian Pertanian, dan perguruan tinggi telah menguji coba model bisnis biochar di berbagai daerah.
Pilot project di Malang untuk komoditas cabai, jagung, dan bawang menunjukkan hasil positif, bahkan limbah nasi putih dapat diolah menjadi pengganti pupuk.
Asisten Deputi Kemenko Pangan Kus Prisetiahadi menilai pedoman ini sebagai langkah strategis menghadapi keterbatasan lahan dan perubahan iklim.
Inovasi hijau seperti biosalin, biosilus, dan biochar disebut sebagai kunci memperluas potensi lahan produktif.
Deputy Kepala Perwakilan BI Jateng Andi Riena Sari menambahkan bahwa ketahanan pangan berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi daerah.
Harga pangan yang bergejolak memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat.
“Pemanfaatan biochar bersama inovasi lain diharapkan mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mendukung pertanian yang tangguh dan produktif untuk generasi mendatang,” pungkasnya.





















