MATASEMARANG.COM – Dadan Hindayana, pria yang sebelumnya dikenal sebagai seorang akademisi kini sedang disorot masyarakat Indonesia.
Saat Dadan menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, beberapa kali dia melontarkan pernyataan yang membuat namanya ramai di pemberitaan dan media sosial, seperti soal motor listrik, kaus kaki, 19 ribu sapi yang dipotong dalam satu hari, dan lain sebagainya.
Bagaimana rekam jejak dan dinamika karier Dadan Hindayana hingga berada di posisinya saat ini? Berikut ulasannya.
Akademisi dan Pakar
Sebelum masuk ke dalam lingkaran pemerintahan, Dadan Hindayana merupakan seorang akademisi yang menekuni bidang sains dan pertanian, khususnya sebagai dosen sekaligus pakar di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Di dunia akademik, ia banyak berfokus pada penelitian yang berkaitan dengan perlindungan tanaman, entomologi (ilmu tentang serangga) dan serta ketahanan pangan.
Dedikasinya di dunia pendidikan membuatnya dikenal sebagai salah satu pemikir yang vokal dalam isu-isu strategis nasional seputar pangan.
Melangkah ke Birokrasi: Ditunjuk sebagai Kepala BGN
Dadan Hindayana dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada tanggal 19 Agustus 2024 oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Lembaga ini didirikan dengan fokus utama untuk mengawal program-program strategis nasional terkait pemenuhan gizi masyarakat dan penanganan stunting secara terintegrasi.
Melihat latar belakang keilmuannya, Dadan Hindayana dipercaya untuk menduduki posisi sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.
Pelantikan ini sempat membawa harapan besar agar tata kelola pangan dan pemenuhan gizi di Indonesia dapat berjalan berbasis data ilmiah dan manajemen yang solid.


















