MATASEMARANG.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (FEB Unsoed) bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Purwokerto dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto menyelenggarakan kegiatan ISEI Industry Matching dengan konsep hybrid.
Agenda sehari penuh ini mengangkat isu strategis ketahanan energi dan pengembangan waste to energy sebagai bagian dari upaya mendorong ekonomi berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yakni Kantor Perwakilan BI Purwokerto untuk sesi focus group discussion (FGD), serta kunjungan lapangan ke TPST Kaliori dan TPST Sokaraja Kulon.
Sebanyak 350 peserta mengikuti acara, terdiri dari 50 peserta hadir langsung dan 300 peserta daring, dengan komposisi akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan perwakilan pemerintah.
Dekan FEB Unsoed sekaligus Ketua ISEI Cabang Purwokerto Prof. Dr. Wiwiek Rabitul Adawiyah menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis riset untuk mendukung ketahanan energi nasional. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha agar solusi yang dihasilkan lebih aplikatif,” ujarnya.
Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Christoveny Chasnaf menekankan dukungan terhadap penguatan ekonomi berkelanjutan.
“Bank Indonesia mendukung inisiatif kolaboratif seperti ini sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan energi alternatif berbasis pengelolaan limbah,” ungkapnya.





















