Pendidikan seks dapat dilanjutkan di usia 6 hingga 9 tahun. Pada usia ini anak dapat diberikan pemahaman yang lebih jelas tentang batasan tubuh dan privasi.
Ajarkan anak untuk mengingat atau mencatat siapa saja orang dewasa yang bisa dimintai pertolongan ketika mengalami pelecehan atau kasus kekerasan seksual.
Anak-anak juga harus sudah memahami risiko yang dapat timbul bila berinteraksi baik dengan orang asing maupun orang yang telah dikenal sebelumnya.
Diharapkan orang tua juga memasukkan materi mengenai dasar perubahan tubuh menjelang pubertas.
Sedangkan untuk usia pra remaja atau sekitar 10 tahun ke atas, Devi menekankan pentingnya anak paham perubahan fisik apa saja yang akan dialami serta bagaimana sisi emosionalnya saat masuk masa pubertas.
“Terkait hal ini anak-anak pun perlu diajarkan mengenai konsep relasi sehat, rasa hormat, dan persetujuan (consent), serta risiko kekerasan seksual, perundungan, serta keamanan di dunia digital,” tambahnya. [Ant]


















