Wakil Menteri Komdigi Soroti Bias Budaya di Platform AI

Dalam acara Kagama-UGM Policy Dialogue 2025 di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (13/12), ia mengatakan, LLM telah melahirkan banyak platform yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan, membuat karya audio-visual, sampai menyelesaikan berbagai macam permasalahan.

Di samping itu, ia melanjutkan, platform model bahasa kecil (Small Language Model/SLM) juga perlu dikembangkan.

“SLM berbeda dengan LLM, karena SLM dilatih dengan data-data spesifik dan lebih akurat dalam menjawab pertanyaan di bidang tersebut,” kata Nezar dikutip Antara.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Di Depan Wapres, Rektor UKSW Ungkap Rencana Buka Program Magister Kecerdasan Buatan

Nezar mencontohkan, platform AI SLM bisa dilatih khusus dengan data-data kebijakan publik untuk memudahkan pengguna mendapatkan jawaban tentang persoalan tersebut tanpa harus memikirkan cara penulisan prompt yang tepat agar mendapatkan data yang sesuai. ***

Pos terkait