Agustina menilai kolaborasi lintas organisasi tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Kota Semarang dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik.
Menurutnya, arus mudik tahun ini diperkirakan kembali meningkat. Kota Semarang sebagai simpul jalur pantura sekaligus gerbang Tol Trans Jawa menjadikan wilayah ini dilintasi jutaan kendaraan setiap musim mudik.
“Banyak pemudik yang singgah di Kota Semarang, baik untuk beristirahat maupun sekadar mencari informasi perjalanan. Karena itu posko mudik seperti ini memiliki peran penting untuk membantu mereka,” kata dia.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Semarang terus memastikan kesiapan berbagai aspek menjelang Lebaran, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, layanan transportasi, hingga fasilitas pendukung bagi pemudik.
Namun Agustina menegaskan bahwa keberhasilan mengelola arus mudik tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. “Peran masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan relawan sangat penting. Kehadiran Ansor, Banser, dan teman-teman KNPI dalam posko mudik ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat di Kota Semarang,” jelasnya.
Selain menjadi tempat singgah bagi pemudik, posko ini juga diharapkan menjadi ruang pelayanan kemanusiaan yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.
Agustina berharap keberadaan posko mudik yang dikelola bersama oleh Ansor, Banser, dan KNPI dapat memberikan pengalaman positif bagi para pemudik yang melintas di Kota Semarang.
“Ketika para pemudik melihat ada relawan yang menyambut dengan ramah dan membantu perjalanan mereka, maka mereka akan merasakan keramahan Kota Semarang. Hal-hal sederhana seperti inilah yang membuat kota ini selalu dirindukan untuk dikunjungi kembali,” pungkasnya.




















