Wonosobo Terapkan Sistem Pengawasan Berlapis Program MBG

ilustrasi dapur SPPG MBG (foto: Pemprov Jateng)
ilustrasi dapur SPPG MBG (foto: Pemprov Jateng)

MATASEMARANG.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Wonosobo bukan sekadar soal distribusi makanan untuk 164 ribu lebih siswa penerima manfaat.

Di balik itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonosobo membangun sistem pengawasan berlapis untuk memastikan setiap porsi aman dikonsumsi.

Sebanyak 82 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan menjalani uji organoleptik harian, mengecek rasa, aroma, warna, dan tekstur sebelum makanan sampai ke tangan anak-anak.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  BGN Klaim MBG Pacu Siswa Aktif Belajar dan Lebih Bugar

Kepala Dinkes Wonosobo Jaelan Sulat mengatakan bahwa pengawasan ini bukan sekadar formalitas.

“Semakin panjang jeda antara pengolahan dan distribusi, semakin besar risiko kerusakan pangan. Itu yang kami tekan sejak awal,” ujarnya dikutip Jumat, 13 Februari 2026.

Selain uji harian, setiap dapur MBG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sekitar 50 penjamah makanan di tiap SPPG juga diwajibkan mengikuti pelatihan keamanan pangan.

Bahkan, satu porsi makanan disimpan sebagai bank sampel selama 2×24 jam untuk keperluan investigasi jika muncul dugaan kejadian luar biasa (KLB).

BACA JUGA  Perahu Lepas, Warga Wonosobo Hilang di Waduk Wadaslintang

Dinkes juga menyiapkan tim gerak cepat di tingkat puskesmas dan kabupaten, dengan target penanganan laporan maksimal dalam 1×24 jam.

Untuk mempercepat arus informasi, kanal pengaduan melalui PSC 119 dibuka sebagai pintu masuk laporan masyarakat maupun penerima manfaat.

Dengan cakupan penerima yang terus bertambah, Jaelan menilai pengawasan harus semakin ketat.

“Semakin besar jumlah penerima, semakin besar pula tanggung jawab pengawasan,” terangnya.

Pos terkait