MATASEMARANG.COM – Sebanyak 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyalurkan bantuan paket makanan bagi warga terdampak, baik yang mengungsi maupun tetap bertahan di rumah masing-masing.
Bantuan bersifat donasi ini dikoordinasikan melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan.
Kepala Dinsos-P2KB Yos Rosyidi menjelaskan bahwa setiap SPPG menyumbang sekitar 300–500 bungkus makanan untuk makan siang.
“Distribusinya sebagian untuk pengungsi, sebagian lagi untuk warga terdampak di luar pengungsian,” ujarnya, Selasa 20 Januari 2026 dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.
Data sementara mencatat sekitar 13.000 warga terdampak banjir, dengan 2.500 di antaranya mengungsi.
Kebutuhan makan tiga kali sehari dipenuhi oleh Pemkot Pekalongan, elemen masyarakat, serta SPPG.
Koordinator SPPG Kota Pekalongan M Noor Faishar Zakiy menegaskan bahwa bantuan ini murni donasi sukarela.
“Tidak menggunakan dana pemerintah, melainkan biaya mitra dari masing-masing SPPG,” jelasnya.
Koordinator Dapur Umum Dinsos-P2KB Elly Sumaryanti menyebut total bantuan yang diterima mencapai 2.740 bungkus makanan.
“Alhamdulillah, dukungan ini sangat membantu kami yang tenaganya terbatas,” katanya.
Sekolah Libur, Belajar Daring
Banjir juga berdampak pada dunia pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Mabruri menyebut 45 PAUD formal, 60 PAUD nonformal, 7 lembaga pendidikan kesetaraan, dan 38 SD terdampak banjir.
Selain itu, 10 SMP dari 30 lembaga juga terdampak. Bahkan, SDN Tirto 03 yang tidak terkena banjir dijadikan lokasi pengungsian bagi 350 warga.


















