MATASEMARANG.COM – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Halal Center memperkuat perannya dalam mendukung UMKM desa agar semakin legal dan halal.
Program ini diwujudkan lewat pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta Sertifikasi Halal Gratis dengan melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Ketua Halal Center Unsoed sekaligus LP3H Unsoed Prof. Poppy Arsil, STP., MT., PhD., menyebut setiap hari pihaknya memproses sekitar 10 pengajuan sertifikasi halal.
Sejak berdiri pada 2022, lebih dari 15 ribu sertifikat halal gratis telah diterbitkan.
“Kolaborasi dengan mahasiswa KKN ini menjadi strategi efektif agar UMKM di desa semakin legal dan halal,” ujarnya, Rabu 21 Januari 2026.
Program ini merupakan agenda rutin tahunan Halal Center Unsoed bersama Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Tahun ini, sebanyak 20 Pendamping Proses Produk Halal (P3H) diterjunkan untuk mendampingi mahasiswa di lapangan.
Ketua Pusbang KKN Unsoed, Dr. Ridlwan Kamaluddin, menjelaskan bahwa KKN 2026 diikuti 1.115 mahasiswa dari KKN Reguler, Tematik, dan Nusa Persada. Pelaksanaan berlangsung 35 hari, mulai 7 Januari hingga 10 Februari, tersebar di enam kabupaten: Purbalingga, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Pemalang, dan Wonosobo, mencakup 70 desa.
Prof. Poppy yang juga profesor bidang manajemen pangan menegaskan, sinergi ini sejalan dengan penguatan ekosistem halal nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Semoga melalui sertifikasi halal gratis dan pendampingan ini, UMKM menjadi legal dan halal, sehingga usaha mereka semakin berkah,” harapnya.


















