Alasan Pemkot Semarang Usulkan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional

KH Sholeh Darat
Grafis KH Sholeh Darat. Dok. Tebuireng Online

MATASEMARANG.COM – Nama Kiai Haji Sholeh Darat populer dalam kajian literatur sejarah Islam di Jawa. Apalagi sosok kiai ini bersentuhan langsung dengan setidaknya tiga nama besar di Indonesia.

Ketiganya adalah KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan RA Kartini. Mereka pernah berguru kepada Kiai Sholeh Darat.

Dalam perjalanannya, ketiga tokoh tersebut ikut membentuk perjalanan bangsa Indonesia dengan pemikiran-pemikiran yang progresif di zamannya. Ketiganya kemudian mendapat gelar pahlawan nasional.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Mahfud Md.: Soeharto Penuhi Syarat Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Mengingat besar jasanya, Pemerintah Kota Semarang mengusulkan gelar pahlawan nasional untuk KH Sholeh Darat. Usulannya  segera dikirimkan kepada pemerintah pusat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Kamis, mengatakan pihaknya akan melakukan finalisasi kajian akademik dan kelengkapan administrasi sebelum diajukan ke pemerintah pusat.

Dia mengatakan hal tersebut setelah membuka seminar nasional bertajuk “Jejak Perjuangan K.H. Sholeh Darat dalam Rangka Penguatan Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional”.

Seminar tersebut digelar Pemkot Semarang untuk mematangkan proses tersebut sekaligus memperkaya literasi publik dan memperkuat argumentasi ilmiah mengenai kiprah dan pemikiran KH Sholeh Darat.

BACA JUGA  Pertarungan Panjang Menaklukkan Banjir Kota Semarang

Ulama yang memiliki nama asli Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani itu merupakan guru dari para pahlawan bangsa, seperti KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan RA Kartini.

Pos terkait