Ia mengatakan seminar nasional tersebut menjadi tahap akhir rangkaian kajian sebelum berkas pengajuan dikirimkan secara resmi.
“Ini seminar nasional terakhir dengan berbagai macam muatan. Mudah-mudahan bisa menjadi pintu masuk dalam usulan 2026,” katanya.
Pemkot Semarang sudah melakukan upaya maksimal, mulai dari kajian hingga promosi sosok KH Sholeh Darat secara lebih masif.
Ia menegaskan bahwa seluruh persiapan administratif telah dijaga secara ketat dan berbagai kajian ilmiah telah dilakukan.
“Tim pengkajinya sudah lengkap. Awal Februari data resmi dari pemkot harus dikirim. Jika melewati batas waktu, pengajuan tidak bisa masuk,” katanya.
Sekretaris Komunitas Pecinta KH Sholeh Darat (Kopisoda) Muhammad Ichwan menilai Kota Semarang membutuhkan figur teladan lokal yang dapat dikenalkan kepada generasi muda.
“Anak-anak sekolah perlu contoh pahlawan dari kotanya sendiri. Seperti Jepara punya Kartini, Jawa Timur ada Hasyim Asy’ari, dan Yogyakarta memiliki Ahmad Dahlan,” katanya.
Upaya mengangkat KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional, kata dia, sebenarnya telah dilakukan sejak lama.
Sejak 2012, katanya, berbagai pihak mengumpulkan manuskrip, peninggalan sejarah, serta melakukan penelitian yang kemudian melahirkan komunitas Kopisoda.
Penelitian tersebut meliputi penerjemahan kitab, pencetakan ulang naskah, hingga penulisan buku-buku baru tentang pemikiran KH Sholeh Darat. [AZM/Ant]

















