Angka Terus Turun, Pemkab Demak Targetkan Zero Stunting 2026

ilustrasi bayi sehat (pixabay/qimono)
ilustrasi bayi sehat (pixabay/qimono)

MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kabupaten Demak menargetkan zero stunting pada 2026 dengan pendekatan holistik lintas sektor.

Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi juga melibatkan PUPR untuk sanitasi, Dinas Sosial, serta sektor pendidikan melalui edukasi kesehatan reproduksi.

“Intervensi dilakukan langsung oleh kader sehingga benar-benar menyentuh sasaran sampai ke akar yaitu keluarga,” ujar Badruddin dalam talkshow di RSKW 104.8 FM, Selasa 10 Februari 2026.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Semua Pengungsi Banjir Kudus Hari Ini Pulang

Ia menekankan bahwa perhatian besar juga diberikan pada pencegahan sejak dini, bahkan sebelum bayi dilahirkan.

Persiapan kehamilan, pencegahan anemia pada remaja putri, pemenuhan ASI eksklusif, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi fokus utama.

“Ibu harus dipersiapkan secara fisik dan mental agar melahirkan generasi yang sehat,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Demak Ali Maimun menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Demak terus menurun: dari 16 persen pada 2022 menjadi 10 persen pada 2024, dan kembali turun menjadi 9,5 persen dalam dua tahun terakhir.

BACA JUGA  Pelajar Sayung Terjebak Banjir Dijemput Perahu Karet Ditpolairud

“Capaian ini menjadikan Demak salah satu kabupaten dengan angka stunting terendah di Jawa Tengah, sekaligus memperoleh dana insentif dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Dalam RPJMD, Demak menargetkan penurunan stunting hingga 7,3 persen pada 2026. Ali menekankan bahwa pencegahan menjadi kunci utama, mengingat stunting berawal dari gizi buruk kronis yang sulit diperbaiki jika tidak ditangani sejak dini.

Pos terkait