MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan menitikberatkan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 pada ketahanan pangan dan lingkungan hidup.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin usai Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang dengan pembahasan Raperda APBD Kota Semarang 2026 di Ruang Paripurna pada Rabu 26 November 2025.
Dalam rapat paripurna, Iswar yang mewakili Wali Kota Semarang menyampaikan penjelasan Wali Kota atas Raperda APBD 2026 yang telah disusun, kemudian dilanjutkan dengan pandangan umum fraksi-fraksi atas Raperda tersebut.
“Alhamdulilah tadi penyampaian penjelasan Wali Kota dan pandangan umum fraksi sesuai target. Dan diketahui APBD 2026 kita menitikberatkan pada ketahanan pangan dan lingkungan hidup,” kata Iswar.
Ia menegaskan, untuk lingkungan hidup tidak hanya soal sampah semata, lingkungan hidup ini juga mencakup persoalan drainase, saluran di perkampungan yang langsung menyentuh ke masyarakat.
“Jadi lingkungan hidup ini tidak hanya bicara sampah tapi bagaimana pengendalian lingkungan sekitar termasuk banjir di dalamnya. Anggarannya hampir Rp 500 miliar itu tersebar di DPU, Perkim dan seluruh OPD lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, terkait dengan ketahanan pangan, Iswar menjelaskan jika nantinya akan digunakan untuk memberikan sesuatu yang menunjang kesejahteraan masyarakat.
Ketahanan pangan, lanjutnya, juga tidak hanya soal ketersediaan bahan pangan, tapi juga dari sisi pertanian, stabilitas harga hingga inflasi.


















