Trans Semarang Bangkit, Jadikan Tantangan Transportasi sebagai Peluang Perbaikan

Trans Semarang (foto: Trans Semarang)
Trans Semarang (foto: Trans Semarang)

MATASEMARANG.COM – Transportasi publik di Kota Semarang sedang berada dalam fase penting. Berbagai dinamika muncul seiring pembangunan infrastruktur dan tantangan keselamatan di lapangan.

Namun, di balik gempuran persoalan, Trans Semarang menunjukkan komitmen untuk terus berbenah.

Dengan langkah cepat, manajemen berusaha memastikan layanan tetap berjalan, sembari menyiapkan perbaikan yang lebih baik bagi kenyamanan penumpang.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Tak Ganggu Operasional, Trans Semarang Gelar "Ram Check" Malam Hari

Optimisme ini menjadi sinyal bahwa transportasi massal di Semarang tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga berupaya tumbuh lebih tangguh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Halte Tenggelam Akibat Betonisasi Jalan Majapahit

Manajemen Trans Semarang bergerak cepat menanggapi persoalan sejumlah halte yang terdampak proyek betonisasi di Jalan Brigjen Sudiarto (Majapahit).

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memetakan titik terdampak dan menyiapkan eksekusi perbaikan dalam waktu dekat.

BACA JUGA  Sistem Pemerintahan Kolaboratif di Jateng Dapat Apresiasi dari MenPAN-RB

Setidaknya ada tiga halte utama yang mengalami kendala operasional serius akibat ketinggian jalan yang tidak lagi sejajar dengan pintu bus, yakni Halte Pucang Gading, Halte Manunggal, dan Halte Zebra arah kota. Haris menegaskan proses penganggaran sedang difinalisasi agar renovasi tidak tertunda lebih lama.

Untuk mitigasi sementara, penumpang diturunkan melalui pintu depan.

Sorotan DPRD Kota Semarang

DPRD Kota Semarang menyoroti imbas proyek betonisasi yang menyebabkan landasan halte BRT Trans Semarang terendam beton.

BACA JUGA  Siap Jajal Tanjakan Ekstrem Koridor 4 dan 8, Bus Listrik Hyundai Resmi Uji Coba Masuk Ekosistem Trans Semarang

Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang Ali Umar Dhani menilai pengerjaan proyek kurang memperhatikan kelancaran transportasi publik.

Pos terkait