Belum Ada Vaksinnya, Dinkes Ingatkan Masyarakat Waspadai Virus Nipah

MATASEMARANG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang menegaskan hingga saat ini belum ada kasus infeksi virus nipah di Kota Semarang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang M. Abdul Hakam di kantornya pada Selasa 3 Februari 2026.

Meski belum ada kasusnya di Kota Semarang, Hakam mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak terinfeksi virus yang hidup pada hewan kelelawar buah ini.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Cuaca Semarang Rabu 3 Desember 2025: Berawan, Suhu Hangat

“Kemarin Senin kami rapat via Zoom dengan Kementerian Kesehatan tentang kewaspadaan dini terhadap Virus Nipah jika masuk ke kabupaten/kota di Indonesia. Jadi memang virus ini reservoirnya itu kelelawar buah tapi tidak memberikan gejala pada si kelelawar buah ini,” jelas Hakam.

Hakam mengatakan Virus Nipah ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1998 di negara tetangga seperti Malaysia dan India. Kasus ini menjadi perhatian khusus karena angka kematian orang yang terinfeksi virus ini cukup tinggi yakni 50-75 persen.

BACA JUGA  Begini Cara Pemkot Semarang Perkuat Penanganan Banjir

Apalagi gejala infeksi Virus Nipah ini awalnya hanya seperti flu biasa dengan demam, nyeri otot dan linu. Namun orang yang terinfeksi virus ini bisa semakin parah dengan gejala mual-muntah hingga gejala berat yang menyerang otak dan menyebabkan radang otak.

“Nah, kalau sudah ke gejala berat maka secara klinis kalau yang kelihatan di pasien itu adalah orang yang mulai bingung, disorientasi, bahkan kemudian timbul kejang sampai tidak sadar atau koma. Itu yang terjadi maka ini harus hati-hati,” ungkap dia.

BACA JUGA  DPU Bersihkan Gorong-Gorong Atasi Banjir Semarang

Hakam menyarankan bagi masyarakat yang memiliki gejala awal demam, batuk atau kejang bisa diberikan obat-obatan seperti anti demam, anti kejang dan obat batuk.

Pos terkait