Hindari Virus Nipah, Jangan Makan Buah Bekas Gigitan Codot

MATASEMARANG.COM – Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat lebih mewaspadai penularan virus nipah dengan tidak mengonsumsi buah yang sudah rusak atau terbuka. Misalnya, buah yang ada bekas gigitan codot atau Cynopterus.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan buah yang sudah rusak atau terbuka berisiko terkontaminasi, terutama dari gigitan kelelawar.

“Masyarakat diimbau menjaga kebersihan pangan, mencuci buah sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan sakit, tidak mengonsumsi buah yang terbuka atau rusak dan diduga terpapar gigitan kelelawar,” ujar Ani di Jakarta, Selasa.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Mengajak Warga Semarang Olah Pekarangan Sempit Jadi "Kulkas Hidup"

Lebih lanjut, dia mengatakan Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia, bahkan antarmanusia, dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Penularan Virus Nipah, kata dia, dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah.

Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita.

“Penularan terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah, konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kontak erat dengan penderita,” papar Ani.

BACA JUGA  Bayi Belum Punya Bulu Hidung, Jangan Gunakan Bedak di Wajah

Gejala awal Virus Nipah, sambung dia, meliputi demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Jika tidak segera ditangani, maka kondisi tersebut dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan hingga radang otak atau ensefalitis.

Ani pun mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan.

Pos terkait