Harga BBM Naik, Penjualan Mobil Listrik Melonjak 50 Persen

MATASEMARANG.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya, menyebabkan banyak konsumen memilih membeli mobil listrik dibanding mobil konvensional.

Pasalnya, penggunaan mobil listrik tidak membutuhkan BBM. Hal ini tentu saja bisa menghemat pengeluaran bahan bakar kendaraan, terutama saat kondisi ekonomi di Indonesia semakin melesu.

Hal ini tampak meningkatkan penjualan mobil electric vehicle (EV) atau mobil listrik yang mengalami lonjakan hingga 50 persen.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Pertalite Tercampur Solar di SPBU, Puluhan Sepeda Motor Rusak

Rahman, Marketing Dealer Geely Semarang, mengaku dengan adanya kenaikan BBM justru berdampak positif pada penjualan mobil listrik terutama jenama Geely.

“Ternyata kenaikan BBM Pertamax ke atas ini ada pengaruh positif pada penjualan mobil EV yang naik sampai 50 persen. Konsumen beralih dari mobil konvensional ke mobil EV,” kata Rahman saat ditemui saat Sauto Expo di Atrium Mal Ciputra Semarang, Rabu, 8 Juli 2026.

Rahman mengatakan selain dampak dari kenaikan BBM, penjualan mobil listrik juga melonjak karena adanya subsidi pajak kendaraan listrik dari pemerintah.

BACA JUGA  Kisah Asmara Segitiga Pilot dan Pramugari dalam Film “Penerbangan Terakhir”

“Untuk Geely tipe terendah pajak per tahun cuma Rp143 ribu. Itu karena ada subsidi dari pemerintah. Saya rasa subsidi pemerintah untuk pajak mobil EV akan masih berlangsung lama,” tuturnya.

Ia mengatakan saat ini penjualan mobil listrik Geely sebulan bisa mencapai 10 unit. Padahal sebelumnya, penjualannya hanya mentok di 5 unit per bulan.

“Tadinya penjualan EV mentok 5 unit sebulan, sejak adanya support pemerintah sekarang bisa 10 unit, apalagi ini ada kenaikan harga BBM, jadi banyak yang beralih ke EV,” jelasnya.

Pos terkait