Mobil EV Geely tipe terendah yakni EX 2 harganya cukup terjangkau, yakni mulai Rp248 jutaan dengan 6 pilihan warna. Selain itu, konsumen juga langsung mendapatkan wall charger dan portabel charger.
Menariknya, baterai mobil menjadi hak milik atau tidak sewa dengan garansi baterai 8 tahun atau 150 ribu km.
“Fast charging cuma 20 menit. Servis pengecekan hanya untuk kampas rem, oli rem, update software biasanya 1 tahun atau 20 ribu km,” jelasnya.
Berbanding terbalik dengan mobil listrik, penjualan mobil konvensional mengalami penurunan hingga 50 persen akibat kenaikan harga BBM.
Hal ini disampaikan Imam, Marketing Dealer Baic Semarang yang juga mengikuti Sauto Expo yang digelar selama 5 hari, yakni 8–12 Juli 2026.
“Dampak kenaikan harga BBM sangat berpengaruh ke penjualan kami, apalagi kami belum punya tipe EV, baru ada konvensional, dan konsumen itu cenderung memilih mobil EV,” kata Imam.
Senior Project Manager Makmur Jaya Abadi (MJA) Dian Citra Lestari mengatakan dalam Sauto Expo kali ada ada 11 diler mobil yang mengikuti pameran.
Pada Sauto Expo kali ini, pihaknya menargetkan penjualan 15 unit mobil setiap dealernya dalam lima hari pameran.
“Ekonomi kali ini memang terbilang lesu tapi kami optimistis pameran kali ini bisa meraih penjualan sesuai target yakni 15 unit per dealer,” kata Dian.
Pameran yang digelar tiga kali dalam setahun ini menjadi pameran kedua pada 2026. Dalam pameran kali ini ada lima merek mobil listrik dan enam merek mobil konvensional yang dipajang.
“Target turun karena daya beli konsumen Indonesia sedang lesu, kita realistis saja dengan kondisi saat ini,” ujarnya.


















