IHSG Jatuh di Bawah 6.000, Pelemahan Rupiah Disebut sebagai Penyebab

BEI
Arsip foto - Pengunjung berjalan di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (26/6/2025). ANTARA FOTO/Fauzan/rwa/pri.

MATASEMARANG.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terpuruk hingga 255,71 poin atau 4,13 persen ke posisi 5.939,71 pada perdagangan pukul 11.10 WIB di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu hari ini.

Analis saham dari MNC Sekuritas Herditya Wicaksana  mengatakan bahwa pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS telah menjadi sentimen yang mendorong pelemahan signifikan IHSG.

“Kami perkirakan koreksi yang terjadi di JCI (Jakarta Composite Index) saat ini disebabkan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang saat ini sudah mencapai Rp17.928 per dolar AS.” ujar Didit saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Rabu.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Senin Pagi Cerah, Indeks Harga Saham Langsung Bergairah

Selain itu, Didit menjelaskan bahwa tekanan juga datang dari saham-saham konglomerasi yang mencatatkan pelemahan signifikan dan menjadi pemberat utama IHSG seiring dengan kapitalisasi pasar mereka yang besar.

“Di sisi lain, pergerakan IHSG dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas (ARA),” ujar Didit.

Didit mengatakan bahwa saat ini pergerakan IHSG masih berada dalam fase pelemahan, dan belum akan terbuka peluang untuk berbalik menguat (rebound) dalam waktu dekat.

BACA JUGA  Rupiah dan Indeks Harga Saham Kompak Merekah

“Dari sisi teknikal, pergerakan JCI masih berada di fase downtrend-nya, dan belum menunjukkan adanya tanda-tanda pembalikan arah yang valid,” ujar Didit.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp17.928,50 per dolar AS pada perdagangan pukul 11.10 WIB.

Pos terkait