MATASEMARANG.COM – Bank Jateng menegaskan komitmennya menjaga Good Corporate Governance (GCG) dengan memperkuat peran Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) sebagai garda utama dalam mitigasi risiko kecurangan (fraud).
Dewan Komisaris menilai optimalisasi SKAI sebagai assurance dan consultant menjadi kunci pengawasan organisasi di tengah kompleksitas industri perbankan.
Komisaris Utama Independen Bank Jateng Adnas menyampaikan SKAI berperan sebagai lini ketiga dalam Three Lines of Model, yang independen dan objektif memastikan manajemen risiko berjalan efektif.
“Kami ingin audit dilakukan berbasis Risk Based Audit, berkelanjutan, berbasis data analitik, preventif, dan memberi nilai tambah bagi perusahaan,” ujarnya dikutip Senin 13 Juli 2026.
Adnas menegaskan SKAI telah konsisten menerapkan Fraud Risk Assessment untuk memetakan profil risiko secara real-time dan mengantisipasi modus operandi di lapangan.
Seiring kemajuan teknologi, ia mendorong digitalisasi audit dengan sistem analitik data dan Artificial Intelligence (AI).
“Penggunaan Early Warning System harus optimal agar penyimpangan prosedur bisa dideteksi sejak awal,” tambahnya.
Terkait strategi anti-fraud sesuai POJK Nomor 12 Tahun 2024, Adnas menekankan pentingnya koordinasi lintas divisi, terutama dengan Divisi Enterprise Risk Management dan Divisi Kepatuhan. Ia juga menyoroti budaya integritas sebagai benteng utama.
“Mitigasi risiko fraud bukan hanya soal sistem, tapi integritas SDM. Pelatihan integritas dan sertifikasi kompetensi auditor internal menjadi krusial,” pungkasnya.


















