MATASEMARANG.COM – Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Atsushi Kurita menunut pemerintah menghadirkan kebijakan insentif yang merata ke seluruh varian kendaraan yang ada di Indonesia.
Menurut dia, insentif yang merata itu dapat menggerakkan seluruh segmen pasar dan memulihkan permintaan yang tengah melemah.
“Jadi insentif ini, dibutuhkan tidak hanya untuk hybrid maupun BEV saja. Karena sekarang di Indonesia pasar otomotif itu sedang tidak stabil, permintaan juga menurun cukup tajam,” kata Atsushi Kurita di Jakarta, Kamis.
Pelaku industri berpandangan bahwa kebijakan yang bersifat adil bagi seluruh segmen kendaraan, dapat memberikan stimulus positif terhadap daya beli masyarakat.
Dengan meningkatnya permintaan, roda industri otomotif nasional diharapkan kembali bergerak setelah mengalami perlambatan dalam beberapa waktu terakhir.
Selain membantu konsumen, insentif juga diyakini akan menjaga keberlangsungan investasi industri otomotif di Indonesia.
Pasalnya, sektor ini memiliki efek berganda terhadap berbagai sektor lain, mulai dari industri komponen, logistik, jasa pembiayaan, hingga penyerapan tenaga kerja.
Sebagai gambaran, data penjualan yang disediakan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tercatat, penjualan di segmen wholesales pada Juni 2026 mencapai 77.550 unit, naik dari Mei yang sebanyak 69.219 unit.
Secara kumulatif Januari-Juni 2026, distribusi kendaraan dari pabrik ke diler mencapai 436.564 unit.
Capaian tersebut masih menjadi tantangan bagi industri untuk mengejar target penjualan nasional 850.000 unit hingga akhir tahun, sehingga insentif pemerintah dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan pasar.


















