Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan memperkuat posisi dolar AS.
“Hari ini rupiah kembali mengalami pelemahan akibat menguatnya minyak mentah dunia, WTI di 94,58 (dolar AS per barel), kemudian Brent crude oil pun mengalami penguatan di 96,72,” kata Ibrahim. [Ant]


















