Ribuan Pekerja Pabrik Garmen di Jepara Terancam PHK

Buruh garmen
Ilustrasi pekerja pabrik

MATASEMARANG.COM – Awan gelap menyelimuti masa depan ribuan pekerja pabrik garmen di Jepara yang akan terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Sekitar 4.000 buruh dari sektor garmen itu dilaporkan bakal dirumahkan menyusul anjloknya order dua perusahaan garmen dari luar negeri.

Situasi geopolitik global yang tak kunjung mereda dituding sebagai penyebab utama anjloknya permintaan garmen dua perusahaan tersebut.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Trump Makin Protektif tapi Tas Produk Jepara Tembus AS

Langkah efisiensi dilakukan karena dampak kondisi global yang menyebabkan penurunan pesanan terhadap kedua perusahaan tersebut.

Selain itu, faktor kerugian akibat target produksi yang tidak tercapai juga menjadi alasan perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja.

Adapun dua perusahaan yang berencana melakukan efisiensi tersebut yakni PT Samwon Busana dan PT HWI.

Merespons masalah tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pekerja di Kabupaten Jepara yang berpotensi terkena PHK diupayakan tetap bisa bekerja melalui penempatan kembali di perusahaan lain.

BACA JUGA  Jepara Tampilkan Pesona Buah Eksotik, Dorong Agrowisata dan UMKM

“Pemerintah tentu melakukan langkah antisipasi, salah satunya melalui Dinas Tenaga Kerja yang akan memainkan untuk mengefektifkan kembali masyarakat kita yang kena PHK,” ujarnya ketika dimintai tanggapannya soal wacana PHK terhadap 4.000 karyawan usai menghadiri rembug pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026 untuk wilayah eks-Keresidenan Pati di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa.

Ia mengatakan, pemerintah daerah telah melakukan langkah antisipasi sejak awal sebelum PHK benar-benar terjadi, termasuk memberikan peringatan dini terhadap potensi pengurangan tenaga kerja di perusahaan.

Pos terkait