500 Kader Fatayat NU Jateng Dilatih OJK Lawan Pinjaman “Online” Ilegal

Deklarasi OJK Jateng dan Fatayat NU memperluas literasi keuangan (foto: OJK Jateng)
Deklarasi OJK Jateng dan Fatayat NU memperluas literasi keuangan (foto: OJK Jateng)

MATASEMARANG.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menggandeng Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) sebagai mitra utama dalam memperluas literasi keuangan.

Fokus kolaborasi ini diarahkan pada pemberdayaan perempuan dan pelaku UMKM, yang dinilai sebagai kelompok paling rentan terhadap praktik keuangan ilegal.

Kepala OJK Jateng Hidayat Prabowo mengatakan bahwa jaringan Fatayat NU yang tersebar hingga tingkat cabang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Yogyakarta Destinasi Favorit Liburan Keluarga, Kalahkan Bali

“Kader Fatayat NU bisa menjadi duta literasi keuangan yang efektif, menyampaikan informasi dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami,” ujarnya, Sabtu 30 Mei 2026.

Sebagai implementasi awal, OJK melatih 500 kader Fatayat NU dengan materi pengelolaan keuangan bijak, penggunaan produk keuangan legal, serta kewaspadaan terhadap pinjaman online dan investasi ilegal.

Langkah ini diharapkan melahirkan kader perempuan yang mampu menjadi agen perubahan di komunitas masing-masing.

Ketua PW Fatayat NU Jateng Tazkiyatul Muthmainnah menilai dukungan OJK sebagai momentum penting memperkuat kapasitas kader perempuan.

BACA JUGA  Soal Kuota Hangus, Telkomsel: Analoginya Obat Kedaluwarsa

“Kedekatan kader Fatayat NU dengan masyarakat adalah modal besar untuk menyebarkan edukasi keuangan yang inklusif dan bermanfaat nyata,” katanya.

Program ini akan diperluas melalui sinergi antara kantor OJK di seluruh Jawa Tengah dengan pengurus Fatayat NU di daerah.

Targetnya, edukasi keuangan menjangkau perempuan, keluarga, UMKM, hingga komunitas akar rumput.

Dengan kolaborasi berkelanjutan, OJK dan Fatayat NU berharap literasi keuangan masyarakat meningkat, sehingga mampu mengelola keuangan secara aman, cerdas, dan bertanggung jawab.

BACA JUGA  PDAM Harus Perbaiki Teknologi Penyaringan Cegah Kontaminan Baru

Pos terkait