Eksporter Mebel Jepara Tangguk Keuntungan Lebih saat Rupiah Melemah

MATASEMARANG.COM – Ketika banyak orang mengeluh terkena dampak pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS, eksporter mebel Jepara justru menangguk keuntungan.

Pengusaha mebel dan ukir di Kabupaten Jepara mendaku menikmati keuntungan di tengah menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah, meskipun harga bahan pendukung produksi mebel juga mengalami kenaikan.

“Dengan adanya dolar naik tentu saja keuntungan meningkat. Eksporter sangat tertolong karena pembayaran menggunakan dolar, sementara sebagian besar bahan baku menggunakan mata uang lokal,” kata Sekjen DPP Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Maskur Zaenuri di Jepara, Selasa.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Kabar Bagus Berembus dari Lantai Bursa dan Pasar Uang

Penguatan dolar saat ini berbeda dibanding krisis tahun 1998 karena faktor ekonomi global lebih kompleks.

Meski begitu, sektor ekspor mebel Jepara masih diuntungkan selama permintaan dari pembeli luar negeri tetap stabil.

Secara umum kondisi industri mebel ekspor Jepara masih aman di tengah penguatan dolar AS. Keuntungan eksportir diperkirakan meningkat seiring kenaikan kurs dolar dari kisaran Rp16 ribuan menjadi Rp17.781 per dolar AS.

Ia mengungkapkan kenaikan harga juga terjadi pada bahan penolong dan bahan pendukung produksi, terutama yang berbasis plastik seperti foam sheet, styrofoam, dan material kemasan lainnya.

BACA JUGA  Dedi Mulyadi "Ngluruk" ke Kemendagri dan BI, Cek Kebenaran Data Menkeu Purbaya

Bahkan, beberapa komponen mengalami kenaikan harga sampai 100 persen.

‘Hanya saja bahan penolong ini tidak terlalu mendominasi biaya produksi, sehingga kenaikan keuntungan dari kurs dolar masih bisa menutup kenaikan biaya tersebut,” ujarnya.

Pos terkait