AS dan Sekutunya di Arab Akui Tindakan Balasan Iran sebagai Eskalasi Berbahaya

Serangan Iran ke Israel
Foto yang diambil pada Minggu, 1 Maret 2026 ini memperlihatkan lokasi serangan rudal di Beit Shemesh, sebelah barat Yerusalem. Delapan orang tewas dan sedikitnya 23 orang terluka ketika sebuah rudal Iran menghantam kawasan permukiman di Beit Shemesh, barat Yerusalem, Israel, demikian laporan media setempat. /ANTARA/Gil Cohen Magen/Xinhua.

MATASEMARANG.COM – Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan sejumlah negara lain di Timur Tengah mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut tindakan balasan Iran sebagai “eskalasi berbahaya.”

Pernyataan tersebut didukung oleh otoritas Amerika Serikat (AS), Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, lapor Sputnik, Senin (2/3).

“Tindakan Iran merupakan eskalasi berbahaya yang melanggar kedaulatan sejumlah negara dan mengancam stabilitas kawasan,” demikian bunyi pernyataan yang dipublikasikan Departemen Luar Negeri AS.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  BBC Bakal PHK Pegawai termasuk Wartawan

“Penargetan warga sipil serta negara-negara yang tidak terlibat dalam permusuhan merupakan perilaku ceroboh dan destabilisasi,” tambah pernyataan itu.

Negara-negara tersebut juga mengecam serangan itu dan menyatakan serangan tersebut sebagai hal yang tidak dapat dibenarkan.

“Kami berdiri bersama dalam membela warga negara, kedaulatan, dan wilayah kami, serta menegaskan kembali hak kami untuk membela diri dalam menghadapi serangan-serangan ini,” tulis Departemen Luar Negeri AS.

“Kami tetap berkomitmen terhadap keamanan kawasan dan mengapresiasi kerja sama pertahanan udara dan rudal yang efektif yang telah mencegah korban jiwa dan kerusakan yang jauh lebih besar,” tambah pernyataan tersebut. [Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA]

BACA JUGA  Netanyahu Minta Grasi dari Dakwaan Korupsi, Sikap Rakyat Israel Terbelah

Pos terkait