“Pakta integritas yang pagi ini kita baca bersama adalah kontrak moral sekaligus kontrak kinerja. Kontrak antara ASN dengan negara, dengan masyarakat, dan dengan hati nurani masing-masing. Bapak-Ibu semua adalah aktor utama apakah APBD menjadi solusi atau justru hanya berhenti sebagai laporan administratif semata,” jelasnya.
Menilik postur anggaran, Agustina mengungkapkan bahwa APBD Kota Semarang tahun 2026 mencapai hampir Rp5,9 triliun. Meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil tumbuh 12 persen pada tahun sebelumnya, penurunan dana transfer pusat mendorong ASN Kota Semarang untuk bekerja lebih cermat, efektif, dan efisien, serta mengarahkan setiap rupiahnya pada program yang tepat sasaran.
“Saya ingin menegaskan, Januari bukan bulan pemanasan, tetapi bulan memulai eksekusi anggaran. Tidak ada lagi ruang untuk sekadar mengejar serapan atau sekadar rapi di atas kertas. Yang kita kejar yakni kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dengan akuntabilitas yang kuat,” tuturnya.
Agustina menyampaikan apresiasinya atas kehadiran fisik para ASN yang menunjukkan komitmen kuat sejak hari pertama. Dia berharap ASN Kota Semarang dapat menjadi teladan praktik pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan bebas dari KKN.
“Kami memulai tahun baru dengan semangat baru, memperbaiki yang kurang, meningkatkan yang masih rata-rata, dan menjaga prestasi yang sudah baik. Kami mohon doa warga Kota Semarang. Semoga ASN di seluruh tingkatan dapat menjadi teladan dan menghadirkan kerja nyata sejak awal tahun,” katanya.





















