MATASEMARANG.COM – Daerah Silayur di Jalan Prof Hamka Ngaliyan menjadi salah satu “jalur maut” karena kerap terjadi kecelakaan.
Jalur tanjakan dan turunan tajam ini kerap dilintasi truk besar yang juga sering mengalami kecelakaan bahkan juga memakan korban jiwa.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Semarang Budi Prakosa mengatakan untuk mengurasi risiko kecelakaan di jalur Silayur, seharusnya diterapkan managemen traffic dan manajemen waktu.
Dengan adanya manajemen traffic dan manajemen waktu maka diharapkan bisa memitigasi dan meminimalkan risiko fatalitas.
“Namanya armada apalagi armada yang besar itu bergeraknya harus dengan manajemen waktu untuk meminimalkan risiko fatalitas, jadi fatalitas bisa lebih rendah,” kata Budi, Senin 15 Desember 2025.
Budi mengatakan guna mengendalikan fatalitas yang mungkin bisa terjadi maka bisa dilakukan dengan pengecekan Uji KIR tiap kendaraan yang melintas.
Selain itu usia kendaraan juga harus diidentifikasi, karena ini berpengaruh pada performa kendaraan saat melintasi jalur tanjakan maupun turunan.
“Kalau manajemen resiko sudah dipertimbangkan semuanya maka Insya Allah bencana kecelakaan bisa kita tekan, kalau dihilangkan tidak tahu bisa hilang atau tidak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Budi menekankan manajemen traffic atau lalu lintas ini seharusnya bisa diterapkan untuk meminimalisir tingkat kecelakaan Jalur Silayur.
Apalagi, menurutnya jalan yang memiliki tingkat kecuraman tinggi tidak hanya di Silayur saja. Namun beberapa daerah lain tingkat kecelakaannya lebih rendah dibanding dengan Silayur.


















