MATASEMARANG.COM – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pemalang beberapa waktu lalu tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak sejumlah fasilitas pendidikan.
Kondisi ini mengganggu aktivitas belajar siswa-siswi di wilayah terdampak.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan bagian strategis yang tidak boleh terhenti meski dalam kondisi darurat.
“Untuk pemulihan sektor pendidikan, perlu dipikirkan percepatan perbaikan sekolah dengan segala sarana dan prasarananya,” kata Saleh, Sabtu 7 Februari 2026.
Ia menambahkan, anak-anak tidak boleh kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan layak hanya karena keterlambatan penanganan.
Bahkan di lokasi pengungsian, pemerintah harus segera menyediakan ruang kelas darurat, perlengkapan belajar, serta layanan dukungan psikososial agar siswa siap kembali belajar.
Saleh menegaskan bahwa pemulihan pendidikan pascabencana membutuhkan partisipasi semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta, relawan, hingga organisasi masyarakat dan keagamaan.
“Upaya pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana harus terus dilakukan dengan semangat optimisme dan gotong royong,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pemulihan pendidikan tidak hanya diukur dari berjalannya kelas, tetapi dari apakah anak-anak merasa aman, mau hadir, berinteraksi, dan perlahan berani membangun mimpi mereka kembali.
Evaluasi lapangan harus dilakukan berkelanjutan agar pemulihan tidak sekadar formalitas administrasi.


















