MATASEMARANG.COM – Ribuan petani di Jawa Tengah terancam mengalami kerugian besar akibat banjir yang merendam 17 ribu hektare sawah di sejumlah kabupaten.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan gagal panen dan mengganggu produksi pangan daerah.
Data Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng mencatat wilayah terdampak terbesar adalah Kabupaten Pati dengan 6.726 hektare sawah terendam, disusul Jepara 4.166 hektare, dan Kudus 2.110 hektare.
Selain itu, banjir juga melanda lahan pertanian di Demak, Pemalang, hingga Purbalingga.
Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh menjelaskan bahwa kondisi ini harus segera ditangani agar petani tidak menanggung kerugian sendirian.
“Banjir yang merendam ribuan hektare sawah ini harus menjadi perhatian serius. Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa menyebabkan gagal panen dan merugikan petani,” ujarnya, Senin 9 Februari 2026.
Saleh meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan pendataan detail terhadap lahan terdampak, termasuk tingkat kerusakan tanaman dan potensi kerugian.
Ia juga mendorong penyaluran bantuan berupa benih, pupuk, dan stimulan lainnya agar petani bisa segera melakukan pemulihan.
Selain penanganan darurat, Saleh menekankan pentingnya solusi jangka panjang seperti perbaikan sistem irigasi, normalisasi sungai, dan penguatan infrastruktur pengendali banjir di kawasan pertanian.
“Pertanian adalah sektor strategis. Ketika petani terlindungi, maka ketahanan pangan daerah juga akan terjaga,” pungkas Ketua DPD Golkar Jateng tersebut.


















