Selain Kaligawe, wilayah prioritas penanganan meliputi Pekalongan, Pemalang, Batang, dan Kendal. Sejumlah ruas di kawasan tersebut sempat mengalami kerusakan akibat intensitas hujan tinggi pada Januari hingga awal Februari.
Iqbal menjelaskan, pekerjaan preservasi mencakup penambalan (patching), perbaikan rigid pavement, overlay aspal, serta penanganan titik-titik berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Data per 27 Februari 2026 menyebutkan, total jalan nasional di Jawa Tengah mencapai 256 ruas dengan panjang 1.581,45 kilometer.
Selain jalan, lanjut Iqbal, kondisi jembatan nasional di Jawa Tengah juga dipastikan siap melayani arus mudik.
Tercatat ada 852 unit jembatan dengan total panjang 33.075,32 meter. Tingkat kemantapan jembatan mencapai 97,41 persen berdasarkan unit dan 95,67 persen berdasarkan panjang.
Menurutnya, faktor cuaca menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan pekerjaan. Namun ia telah menginstruksikan seluruh satuan kerja dan PPK agar tetap responsif terhadap pola hujan.
“Kalau hujan malam, pagi harus sudah siap kerja. Target tidak boleh terganggu. Persiapan alat, bahan, dan tenaga harus selalu siap,” tegasnya.
Ia menambahkan, intensitas hujan di wilayah Pantura mulai berkurang dibanding akhir Januari dan awal Februari. Dengan kondisi tersebut, ia optimistis target H-10 dapat tercapai.
“Kita berharap Lebaran tahun ini bisa lebih baik dalam melayani para pemudik,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan wilayahnya siap menyambut pemudik pada Lebaran 2026. Langkah menghadapi arus mudik dan arus balik telah disiapkan, termasuk percepatan perbaikan jalan.


















