MATASEMARANG.COM – Ada anggapan umum bahwa latihan beban bakal menghambat pertumbuhan tinggi badan anak. Padahal, ini keliru karena tidak ada hubungan latihan beban dengan anak berbadan pendek.
Lantas mengapa banyak atlet angkat besi dan angkat berat bertubuh lebih pendek? Begini penjelasan dokter spesialis olahraga.
Dokter Andhika Raspati, Sp.KO menyatakan bahwa latihan angkat beban untuk anak tidak membuat pertumbuhan terkait tinggi badan menjadi pendek.
Menurut dia, masih banyak terutama orang tua yang khawatir memberikan latihan beban kepada anak karena takut menghambat pertumbuhan tinggi badan menjadi pendek.
“Pengamatan saya banyak orang yang merasa dan punya stigma bahwa latihan beban akan bikin anak pendek, karena melihat atlet-atlet angkat beban atau besi itu pendek-pendek badannya, jadi langsung berasumsi. Padahal enggak,” kata dokter Andhika, dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Selasa.
Padahal, kata Andhika, atlet angkat beban dengan postur lebih pendek memang dianggap lebih efisien karena jarak angkatan dari lantai ke atas lebih pendek.
Hal inilah yang membuat pelatih cenderung untuk merekrut atlet bertubuh pendek, bukan karena latihan beban membuat tubuh menjadi pendek.
Dokter lulusan pendidikan spesialis kedokteran olahraga Universitas Indonesia itu mengatakan latihan beban pada anak justru memiliki manfaat bagi pertumbuhan tulangnya agar bisa lebih kuat, padat, serta menopang tinggi badannya.
Faktor tinggi badan anak juga dipengaruhi oleh genetik dan pola hidup secara keseluruhan.


















