MATASEMARANG.COM – Pemerintah Kabupaten Pati sepakat dengan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menjaga kelestarian Pegunungan Kendeng. Caranya dengan mengembalikan fungsi Pegunungan Kendeng sebagai kawasan konservasi air.
“Kami menegaskan sikap pemerintah sejalan dengan aspirasi masyarakat Kendeng. Saya telah menerima masukan dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK). Ada usulan yang sangat bagus dan saya sangat setuju. Pertama, menghijaukan kembali Gunung Kendeng supaya bisa berfungsi sebagai konservasi air, sehingga tidak ada banjir dan mata air tetap mengalir,” ujar Bupati Pati Sudewo saat menerima audiensi JMPPK di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu.
Dia menegaskan penolakannya terhadap keberadaan industri ekstraktif yang berpotensi merusak lingkungan Kendeng.
“Saya setuju untuk tidak merekomendasikan izin tambang lagi di wilayah Gunung Kendeng. Bagi tambang yang ilegal, itu harus ditertibkan. Saya juga tidak akan merekomendasikan berdirinya pabrik semen. Jadi itu intinya,” ujarnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Pati berharap upaya penghijauan Kendeng dapat memperkuat daya dukung lingkungan, sekaligus melindungi sumber daya air bagi masyarakat sekitar.
Gunretno Desak Penutupan Tambang Ilegal
Sementara itu, Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Gunretno mengakui pihaknya memang mengajukan sejumlah tuntutan dalam aksi hari ini (24/9) yang bertepatan dengan Hari Tani Nasional.
Di antaranya, penutupan belasan tambang di wilayah Pegunungan Kendeng karena ada 17 titik tambang yang tidak berizin, sedangkan yang berizin diperkirakan ada empat.


















