Ciptakan Mesin Pengering Otomatis, Polines Bantu Pembuat Kerupuk Petis di Kendal

Tim pengabdian dari Polines ciptakan alat pengering kerupuk petis otomatis untuk UMKM di Kendal (Foto: Polines)
Tim pengabdian dari Polines ciptakan alat pengering kerupuk petis otomatis untuk UMKM di Kendal (Foto: Polines)

MATASEMARANG.COM – Tim dosen dan mahasiswa dari Politeknik Negeri Semarang (Polines) merancang dan menyerahkan mesin pengering kerupuk petis otomatis kepada UMKM Kerupuk Petis Abadi milik Bapak Edi Warjianto di Kendal, Jawa Tengah.

Inovasi teknologi ini hadir untuk memperkuat daya saing UMKM lokal untuk bisa lebih maju.

Diketahui, kerupuk petis merupakan salah satu produk unggulan Kendal yang banyak diminati konsumen, bahkan hingga luar Jawa.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Syarat Wajib Jadi Mahasiswa Baru Unsoed: Jalani Pemeriksaan Kesehatan Bebas Napza

Namun, proses produksinya selama ini masih sangat bergantung pada sinar matahari.

Akibatnya, saat musim hujan, produksi sering terhenti sehingga pelaku usaha kesulitan memenuhi permintaan pasar.

“Mesin ini dapat mengeringkan 20 kilogram adonan kerupuk petis hanya dengan waktu 150 menit. Itu artinya lima jam lebih cepat dibandingkan metode penjemuran tradisional,” ungkap Ketua Tim Pengabdian dari Polines Adeguna Ridlo Pramurti, Senin 22 September 2025.

Mesin pengering yang dilengkapi layar HMI (Human Machine Interface) di panel kendali yang diharapkan dapat memudahkan pengoperasian.

BACA JUGA  Pemkab Kendal Serahkan Sertifikat Halal dan Sertifikat Merek pada Pelaku UMKM

Selain itu, mesin ini juga dapat dikendalikan dan dipantau secara real time melalui smartphone dengan menggunakan teknologi internet of things (IoT). Fitur ini diyakini dapat mengurangi risiko kesalahan sekaligus dapat meningkatkan kualitas produksi.

Kegiatan pengabdian ini didukung pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kemendikbudristek.

Tim berharap, program ini dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Kendal untuk mengadopsi teknologi sekaligus meningkatkan literasi digital, agar mampu bersaing di era industri yang makin berkembang.

Pos terkait