Di Hadapan Perwakilan Buruh, Wali Kota Semarang Janji Perjuangkan Kenaikan UMR-UMSK 2026

Wali Kota Semarang temui perwakilan buruh di Balai Kota. (matasemarang.com/Lia Dina)
Wali Kota Semarang temui perwakilan buruh di Balai Kota. (matasemarang.com/Lia Dina)

MATASEMARANG.COM – Perwakilan buruh dari Aliansi Buruh Jawa Tengah (Abjat) usai menggelar aksi terkait tuntutan kenaikan upah 2026 di depan Balai Kota Semarang akhirnya diterima langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng di ruang Lokakrida lantai 8 pada Senin 24 November 2025.

Aksi tersebut diikuti sekitar 60 massa dari berbagai federasi serikat pekerja yang sebelumnya berkumpul di kawasan Johar sebelum long march menuju Balai Kota.

Dalam pertemuan tersebut, Agustina menegaskan komitmennya dan Pemerintah Kota Semarang untuk memperjuangkan kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) dan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) tahun 2026. Ia mengatakan bahwa proses penetapan upah kini berada di tingkat nasional sehingga membutuhkan sinergi seluruh jaringan serikat buruh.

Bacaan Lainnya
BACA JUGA  Waspada! Modus Penipuan Lewat WA Gunakan Foto Wali Kota Semarang

“Kami memperjuangkan kenaikan UMR dan UMSK, dan berharap apa yang diminta teman-teman buruh bisa masuk pembahasan di pemerintah pusat. Kalau hanya lewat pemerintah kota saja, saya kira kurang greget. Harus seluruh lini bergerak dan dikomunikasikan,” ungkap Agustina.

Agustina juga menegaskan bahwa penentuan angka upah tidak bisa dilakukan sepihak. Ia mengingatkan bahwa rumusan final tetap menunggu keputusan pemerintah pusat serta Dewan Pengupahan. Dia menilai, jika pemerintah daerah menetapkan angka yang ternyata lebih rendah dari hasil akhir nasional, hal itu justru tidak relevan.

BACA JUGA  Skema Retribusi Lahan Menguntungkan Petani Kota Semarang

“Kalau soal rupiah, saya kira kita harus lihat dulu dari Pemerintah Pusat nanti, seperti apa, kemudian nanti di Dewan Pengupahan seperti apa. Kalau kita mematok kemudian ternyata terlalu kecil, ya lucu juga,” tuturnya.

Pos terkait